Darihadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa nabi shalallahu 'alayhi wasallam bersabda, "Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para wanita dengan baik," (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186).
Darihadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa nabi shalallahu 'alayhi wasallam bersabda, "Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik." (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186
Berikutini adalah Arti, Makna, Pengertian, Definisi dari kata "rusuk" menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) online dan menurut para ahli bahasa.Arti kata Rusuk - 1 ru-suk n 1 sisi; samping; lambung (sebelah tubuh dsb): kandang kerbau itu bersambung dng -- rumah; 2 tepi; pinggir; 3 iga (tulang-tulang dr tulang belakang ke tulang dada);--jalan jalan (kecil) di tepi jalan besar;--surat
5 Tulang Rusuk. Tulang rusuk adalah tulang yang berbentuk panjang dan pipih serta memiliki tujuh pasang yang menempel pada tulang dada. Ketujuh tulang rusuk tersebut dikenal dengan sebutan tulang rusuk sejati. Dengan kata lain, tulang rusuk ini terletak pada bagian tengah dada. Pada dasarnya, tulang rusuk mempunyai tingkat kelenturan yang
KomunitasKristen "Tulang Rusuk" Kota Batam. 144 likes · 2 talking about this. Young Professional Ministry, Pelayanan bagi para Karyawan&profesional muda yang sedang belum/sedang berpacaran atau
y16GI. Patah tulang rusuk adalah retak atau patahnya tulang rusuk atau tulang iga. Kondisi ini perlu segera ditangani untuk mencegah timbulnya komplikasi akibat patahan tulang rusuk yang mungkin menusuk pembuluh darah besar, paru-paru, atau jantung. Tulang rusuk terdiri dari 12 pasang. Tulang ini berfungsi membentuk rongga dada, melindungi organ-organ di dalam dada, serta membantu paru-paru mengembang dalam proses pernapasan. Patah tulang rusuk terjadi akibat benturan keras pada area dada. Kondisi ini sering kali ditandai dengan nyeri dada ketika menarik atau mengembuskan napas. Penyebab Patah Tulang Rusuk Seperti yang disebutkan di atas, patah tulang rusuk dapat disebabkan oleh benturan keras pada area dada. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa kondisi di bawah ini Kecelakaan ketika berkendara Terjatuh Tindakan kekerasan Hantaman langsung pada dada akibat olahraga yang melibatkan kontak fisik, misalnya rugby Batuk yang parah, misalnya batuk rejan Patah tulang rusuk lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi berikut Berprofesi sebagai atlet Menggunakan otot-otot dada secara berlebihan dan dalam jangka panjang, misalnya pada atlet lempar jauh, sehingga menimbulkan retakan kecil yang dapat menyebabkan tulang rusuk lebih rentan patah Menderita osteoporosis Menderita kanker tulang Gejala Patah Tulang Rusuk Gejala yang timbul akibat patah tulang rusuk adalah Nyeri, terutama ketika menarik dan mengembuskan napas, batuk, tertawa, bersin, atau menggerakkan tubuh bagian atas Nyeri ketika dada ditekan Memar atau bengkak pada dada Bentuk dada tidak simetris Kapan harus ke dokter Semua patah tulang iga harus segera diperiksa oleh dokter di IGD rumah sakit terdekat. Oleh karena itu, segera ke rumah sakit bila mengalami benturan di area dada, apalagi yang disertai dengan keluhan berikut Sesak napas Nyeri pada dada, bahu, dan perut Batuk parah hingga menyebabkan muntah darah Jika melihat orang yang diduga mengalami patah tulang rusuk, segera hubungi ambulans dan berikan pertolongan pertama dengan cara-cara berikut Pastikan posisi penderita dalam keadaan duduk. Tambahkan bantal untuk menopang bagian punggungnya. Selain di punggung, berikan bantal kepada penderita agar dipeluk. Hal ini untuk meredakan nyeri dada ketika penderita bernapas. Minta penderita untuk menarik napas dalam dan sesekali batuk dengan sengaja agar lendir tidak menumpuk di paru-paru. Kompres area dada yang nyeri dengan kompres dingin atau es batu yang dibungkus kain bersih selama 10–15 menit. Jangan terlalu banyak menggerakkan penderita agar tidak terjadi kerusakan yang lebih serius. Diagnosis Patah Tulang Rusuk Dalam mendiagnosis patah tulang rusuk, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai kejadian yang menyebabkan patah tulang rusuk. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area dada dan area tubuh lainnya untuk mencari kemungkinan cedera lain yang dialami pasien. Pada saat pemeriksaan fisik, dokter juga akan mendengarkan suara napas pasien menggunakan stetoskop. Untuk menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang berupa Foto Rontgen dada USG dada, terutama pada pasien anak-anak CT scan dada Pengobatan Patah Tulang Rusuk Pengobatan patah tulang rusuk tergantung pada tingkat keparahan, cedera lain yang mungkin terjadi, dan usia pasien. Pada kasus yang ringan, patah tulang iga dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3–6 minggu. Untuk mengatasi nyeri dengan cepat, dokter dapat menyuntikkan obat antinyeri langsung ke dada pasien. Dokter tidak membalut dada pasien karena pasien akan lebih berisiko mengalami kesulitan bernapas, atelektasis, dan pneumonia. Untuk mempercepat proses penyembuhan, ada upaya-upaya yang dapat dilakukan, misalnya Minum obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter, seperti ibuprofen dan paracetamol Mengompres area dada yang nyeri dengan es yang dibungkus kain bersih untuk meredakan pembengkakan Melakukan latihan pernapasan atau batuk perlahan setiap 2 jam sekali Memeluk bantal atau meletakkan bantal pada area rusuk yang patah untuk mengurangi nyeri saat batuk Berjalan santai atau berolahraga ringan sesuai saran dokter untuk mencegah lendir menumpuk di paru-paru Beristirahat dan tidur yang cukup Melakukan kontrol ke dokter 2 minggu kemudian, atau bila gejala memburuk Sementara pasien patah tulang rusuk yang tergolong parah sehingga memerlukan rawat inap adalah sebagai berikut Tulang rusuk yang patah hanya sedikit tetapi pasien tidak dapat bernapas dan batuk secara optimal Tulang rusuk yang patah menembus kulit Tulang rusuk yang patah ada 3 atau lebih di salah satu sisi dada Pasien berusia 85 tahun atau lebih dengan tekanan darah di bawah 90 mmHg ketika diperiksa Terdapat tanda-tanda benturan atau memar pada paru-paru Rongga dada berisi darah hemothorax Pneumothorax Terdapat cedera di area tubuh lain Pada pasien patah tulang rusuk yang parah, dokter akan segera memberikan tindakan darurat di bawah ini Memasang alat bantu pernapasan dan memberikan oksigen Memberikan obat pereda nyeri melalui infus Memasang selang untuk mengeluarkan udara atau darah dari rongga dada Merawat pasien di ICU Penanganan yang akan dilakukan untuk mengobati patah tulang iga yang parah adalah Menyatukan tulang iga yang patah dengan pelat dan sekrup atau pen dan kawat dengan teknik operasi open reduction and internal fixation ORIF Melakukan cangkok tulang dengan cara menyambungkan tulang iga yang patah dengan tulang dari area tubuh lain Setelah dokter menangani tulang rusuk yang patah, pasien akan diminta untuk menjalani fisioterapi dada. Tujuannya adalah untuk melatih pernapasan pasien dan cara batuk dengan benar selama masa penyembuhan. Komplikasi Patah Tulang Rusuk Patah tulang rusuk yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi berikut Pneumonia atau peradangan pada paru-paru Atelektasis Pneumothorax, yaitu rongga pleura atau ruang di antara paru-paru dan dinding dada terisi oleh udara Perdarahan di dalam rongga dada hemothorax Robekan pada pembuluh darah besar jantung aorta Udara atau gas terperangkap di bawah lapisan kulit emfisema subkutis Perubahan bentuk tulang dada secara permanen Tulang gagal menyatu Pencegahan Patah Tulang Rusuk Patah tulang rusuk dapat dihindari dengan melakukan beberapa upaya berikut Gunakan alat pengaman saat berkendara, seperti sabuk pengaman atau helm. Gunakan alat pelindung diri ketika berolahraga atau bekerja. Pastikan barang-barang di rumah tertata rapi dan tidak berserakan. Selalu berhati-hati ketika berjalan, terutama di jalan raya. Pastikan anak mendapatkan imunisasi DPT untuk mencegah batuk rejan. Jika ada orang lanjut usia di rumah, pasang pegangan dinding dan karpet, serta alas antilicin di lantai kamar mandi. Gunakan alat bantu jalan atau tongkat jika sulit berjalan.
– Benarkah seorang pria dilarang menikah dengan perempuan yang sebaya atau lebih tua? Dasar ajaran ini ialah Adam diciptakan terlebih dulu bdk 1 Kor 118-9; 1 Tim 211-15 dan perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam Kej 221. Katherine, 085785788xxx Pertama, dalam kisah penciptaan Kej 24b-25, sering terjadi salah tafsir. Kata “manusia” Ibrani ho Adam langsung diartikan sebagai laki-laki, padahal dalam bahasa Ibrani ho adam berarti manusia pada umumnya. Jadi, kata “manusia” mewakili baik laki-laki maupun perempuan, belum dibedakan antara laki-laki atau perempuan. Yang dikatakan tentang manusia, berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan ay 4b sampai ay 20. Perlu ditegaskan bahwa perbedaan gender harus diletakkan di bawah kemanusiawian. Perbedaan gender muncul untuk mengerti manusia secara lebih mendalam. Dengan demikian, tidak bisa dikatakan bahwa laki-laki sudah ada terlebih dahulu sebelum perempuan. Mereka berdua diadakan secara bersama. Ini sesuai Kej 127, yang secara eksplisit menegaskan, baik laki-laki maupun perempuan diciptakan menurut citra Allah, sepadan martabat dan diciptakan secara bersamaan. Kedua, penciptaan manusia Hawa dari tulang rusuk manusia menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan berasal dari kesatuan yang lebih mendalam daripada perbedaan gender di antara mereka. Bisa saja Allah membuat sejak awal dua manusia, laki-laki dan perempuan. Tapi hal ini tidak dilakukan Allah, justru untuk menunjukkan kesatuan asali antara laki-laki dan perempuan. Jeritan kegembiraan Adam yang terkenal, “Inilah dia, tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku” Kej 223, bisa ditafsirkan bahwa manusia “terbangun dari tidurnya” dan mencapai kesadaran tentang perbedaan antara manusia sebagai laki-laki dan perempuan. Laki-laki mengenali dalam diri perempuan teman “yang sepadan” Kej 218, bukan yang lebih rendah, dan yang berbeda dengan binatang. Kesadaran akan kehadiran sesama yang sepadan ini mengatasi kesendirian asali Kej 218. Mereka menemukan maskulinitas dan femininitas yang saling melengkapi, dan karena itu mereka bisa bersatu. Jadi, Kej 221 tidak menunjukkan perempuan lebih rendah atau lebih muda daripada laki-laki. Laki-laki dan perempuan setara dan saling melengkapi. Ketiga, dari kisah penciptaan manusia, tidak bisa disimpulkan bahwa dalam perkawinan usia pria harus lebih tua daripada perempuan. Kisah penciptaan lebih berbicara tentang martabat dan sifat saling melengkapi dan sama sekali tidak merujuk kepada usia. Mengapa dalam agama Katolik pembaptisan dilakukan dengan cara pengucuran, bukan dengan penenggelaman baptis selam? Bukankah Yesus dibaptis di Sungai Yordan dengan baptis selam? Katarina Dyah Ayu, Pontianak Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan memang dipandang sebagai model pembaptisan kristiani. Namun, mengikuti Yesus atau menjadi murid- Nya tidak diartikan meniru segala sesuatu yang dilakukan Yesus dalam arti harfiah. Sejak semula, para Rasul tidak hendak meniru tempat pembaptisan, yaitu Sungai Yordan, atau cara penggunaan air yaitu pembaptisan selam. Para Rasul melihat Sakramen Baptis sebagai kelahiran kembali, artinya melalui Sakramen Baptis manusia dilahirkan kembali dan dibarui oleh Roh Kudus Tit 35; Yoh 33-5; bdk 1 Ptr 1 Kelahiran kembali itu dilakukan melalui air, yaitu dengan ikut serta mati bersama Kristus dan dalam kebangkitan-Nya Rom 63-11. Dua fungsi alami air yaitu membersihkan dan memberi hidup, diangkat menjadi fungsi rohani Sakramen Baptis; membersihkan dari semua dosa dan memberikan hidup kekal. Jelas bahwa yang menjadi fokus bukan cara penggunaan air, dikucurkan, ditenggelamkan, dipercikkan, tetapi fungsi air itu, membersihkan dan memberi hidup. Juga bukan tempat yaitu Sungai Yordan yang memberi keselamatan. Petrus Maria Handoko CM
Jakarta - Nabi Adam dan Siti Hawa adalah nenek moyang manusia. Keduanya diciptakan Allah SWT dari tanah. Banyak anggapan yang menyebutkan ahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam. Benarkah?Dalam Al-Quran banyak ayat yang menceritakan proses terciptanya manusia. Disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 59 tentang penciptaan Adamإِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ Arab-Latin Inna maṡala 'īsā 'indallāhi kamaṡali ādam, khalaqahụ min turābin ṡumma qāla lahụ kun fa yakụnArtinya Sesungguhnya misal penciptaan Isa di sisi AllAh, adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya "Jadilah" seorang manusia, maka jadilah adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT setelah malaikat dan iblis. Selain Nabi Adam, Allah juga menciptakan Siti Hawa yang kemudian dijadikan istri Nabi HawaNabi Adam tinggal di surga bersama para malaikat. Sampai pada akhirnya Allah SWT menciptakan Hawa sebagai pendamping Nabi dari buku Petunjuk ke Surga Menurut Al-Quran oleh Lilis Nihwan, diceritakan bahwa Nabi Adam melihat sosok yang serupa dengan manusia selepas ia bangun tidur. Sosok inilah yang membuat Nabi Adam jatuh cinta yang mendapat tatapan penuh cinta juga memandangi Nabi Adam dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Keduanya lantas saling melengkapi sehingga Nabi Adam tidak lagi kesepian sebagai manusia satu-satunya di ulama berpendapat bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam. Sementara dalam Al-Quran tidak ada penjelasan spesifik tentang hal Al-Quran surat An-Nisa ayat 1 dijelaskan proses terciptanya manusiaيَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًاArab-Latin Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā, wattaqullāhallażī tasā`alụna bihī wal-ar-ḥām, innallāha kāna 'alaikum raqībāArtinya Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Mishbah Jilid 2 mengutip Thabathabai dalam tafsirnya yang menulis bahwa ayat di atas menegaskan perempuan istri Nabi Adam diciptakan dari jenis yang sama dengan Nabi Adam. Dan ayat tersebut sedikit pun tidak mendukung paham yang beranggapan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengemukakan bahwa beliau tidak sependapat dengan ulama yang berpendapat bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam. Menurutnya, secara tekstual dalam hadits dan Al-Quran tidak menyebutkan hal tulang rusuk Adam adalah pendapat para sahabat Rasulullah SAW, antara yang bersumber dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud."Tatkala Adam telah berdiam di surga itu. Berjalanlah ia seorang diri dari kesepian. Tidak ada pasangan yang tidurlah ia bangun. Tiba-tiba di sisi kepalanya seseorang perempuan sedang duduk dan dijadikan Allah dari tulang rusuknya."Pendapat bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk juga disebutkan dalam beberapa hadits. Hamka menilai hal ini hanya sebagai rusuk memiliki bentuk bengkok, harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Dengan kata lain, para perempuan haruslah diperlakukan dengan lemah lembut dan hati-hati. Tidak bisa dipaksakan atau nantinya akan patah. Simak Video "Jaga Kearifan Lokal, Masjid Al-Hikmah Dibangun dengan Nuansa Khas Bali" [GambasVideo 20detik] dvs/erd
Sebelumnya saya minta maaf, tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan Sobat yang mungkin punya kisah hidup seperti yang tertuang dalam tulisan ini. Ini adalah sebuah pemikiran saya yang coba saya bagi dsini untuk mendaptkan pencerahan dari teman-teman semua yang lebih paham tentang agama dan jodoh. Ijinkan saya membagikan permenungan Saya disini. Tulisan ini terinspirasi ketika Saya mendengar sebuah Bacaaan Kitab Suci pada hari Minggu beberapa bulan lalu, yang mengisahkan bahwa Allah menciptakan seorang wanita dari tulang rusuk seorang pria. Saya telah banyak berpikir dan berdiskusi dengan kalangan saya atas pertanyaan yang muncul setelah saya mendengar isi kitab ini. Dalam agama katholik jodoh diibaratkan dengan tulang rusuk seperti yang tertulis dalam kitab kejadian 2 21-22. Lalu ditegaskan pada ayat 23-24 “Lalu berkatalah manusia red;laki-laki itu Inilah tulang dari tulangku dan daging dari akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. Sebab itu seorang laki2 akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi satu daging. Dari pernyataan pada ayat 23-24 ini, Artinya bahwa manusia pertama dan ke-2 hadir di taman eden pada waktu itu adalah merupakan pasangan suami istri. Mereka telah menjadi awal kita mengenal yang namanya jodoh, Pikirku. Selanjutnya kita akan menghubungkan dengan kenyataan zaman sekarang, bahwa ada pasangan suami istri yang telah menikah dimana seorang wanita yang berumur lebih tua dari pasangan laki-lakinya. Apabila kita analisa berdasarkan kisah penciptaan manusia dan penyebutan rusuk dalam kitab suci, maka dapat disimpulkan bahwa mereka bukanlah jodoh. Alasannya adalah Wanita lebih dahulu diciptakan. Artinya bahwa wanita ini tercipta dari tulang rusuk seorang laki-laki yang lebih tua darinnya. Ia harus mempunyai jodoh yang berumur lebih tua, walaupun hanya 1 detik dari waktu kelahirannya. Pria ini harus mempunyai istri yang berumur lebih muda darinya walau hanya satu detik dari waktu kelahirannya. Karena Allah akan mengambil tulang rusuk pria ini dan akan membentuk seorang wanita yang akan menjadi pasangan hidupnya, seperti yang tertulis dalam kitab kejadian. Demikian rangkuman hasil pemikiran yang masih sangat jauh dan dangkal ini. Mohon pikiran teman-teman di kolom komentar sehingga kita bisa sama-sama saling melengkapi.....
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pertanyaan ini sangat menarik untuk dikaji. Tidak sulit untuk mengetahui mengapa pertanyaan seperti ini dimunculkan dan pantas untuk dikemukakan. Alkitab secara eksplisit menerangkan bahwa perempuan diciptakan dari salah satu tulang rusuk lit. “tulang samping” laki-laki 221. Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuk Adam 223. Persoalannya, jumlah tulang rusuk laki-laki dan perempuan ternyata sama. Masing-masing memiliki 12 pasang, kecuali dalam kasus kelainan tertentu yang sangat jarang terjadi. Seandainya salah satu rusuk Adam memang diambil untuk Hawa, bukankah seharusnya setiap laki-laki memiliki tulang rusuk yang lebih sedikit daripada perempuan?Kesulitan semacam ini memaksa beberapa orang untuk menafsirkan kisah penciptaan secara berbeda. Ada yang menolak menafsirkan kisah ini secara hurufiah. Kisah ini hanya dianggap sebagai sebuah metafora tentang relasi laki-laki dan perempuan. Tidak sungguh-sungguh terjadi demikian. Hanya gambaran pula yang secara kreatif menafsirkan “tulang samping” tsela dengan tulang penis Ziony Zevit, profesor kitab suci dari Universitas Yahudi Amerika. Dia meyakini bahwa konsep populer “tulang rusuk” diperoleh dari terjemahan kuno Septuaginta. Kata “tsela” sendiri dalam Alkitab hanya merujuk pada sesuatu yang ada di samping, pinggir, atau tepi. Ketika dikenakan pada tubuh manusia, “tsela” dapat merujuk pada beberapa bagian tubuh yang terletak di samping, misalnya tangan, kaki, dan penis baculum. Nah, bagian tubuh manakah dari laki-laki yang tidak memiliki tulang? Penis! Hal ini sangat berbeda dengan mamalia lain gorila dan simpanse. Hanya penis manusia yang tidak memiliki tulang. Walaupun beragam penafsiran ulang ini patut diapresiasi sebagai upaya untuk mempertahankan akurasi Alkitab, kita sebaiknya menolak usulan tersebut. Berbagai keterangan detail yang menyertai penciptaan manusia, misalnya lokasi Eden dan sungai-sungai di sekitarnya 28, 10-14, tidak menunjukkan karakteristik sebuah mitos atau metafora. Di samping itu, sepanjang abad umat Allah juga memahami kisah ini secara hurufiah. Jika kisah ini hanya sebuah metafora, bukankah mereka yang akan mengetahuinya sejak awal? Penjelasan ini bukan berarti tidak ada makna simbolis apapun dalam kisah penciptaan Hawa. Bagian Alkitab yang lain jelas mengajarkan nilai-nilai teologis di dalam kisah ini misalnya 1Kor. 117-10. Tradisi Yahudi sejak dahulu juga menangkap pesan simbolis di dalamnya, misalnya penghargaan terhadap perempuan atau perlindungan bagi mereka. Makna simbolis semacam ini diperoleh dari sebuah kisah historis yang benar-benar terjadi seperti itu. Sekarang tentang penafsiran “tulang samping” sebagai tulang penis. Studi linguistik dalam rumpun Semitik Bahasa Ibrani termasuk ke dalam rumpun ini, terutama dalam konteks penciptaan misalnya mitos Sumerian tentang Enki dan Nihursag, menunjukkan bahwa akar kata “tsl” memang merujuk pada tulang rusuk. Lebih menarik lagi, mitologi kuno tersebut sudah ada jauh sebelum Kitab Kejadian ditulis. Maksudnya, kata “tsela” sejak dahulu memang merujuk pada tulang rusuk, bahkan sebelum kata itu dituliskan di dalam Alkitab. Tidak ada alasan untuk menafsirkannya secara upaya Zenit untuk menggolongkan penis sebagai salah satu tulang samping pada tubuh manusia terkesan terlalu dipaksakan. Tidak ada dukungan linguistik, logis, maupun medis yang benar-benar mengarah ke sana. Solusi terbaik adalah menafsirkan Kejadian 220-23 secara lebih teliti. Jangan mengklaim terlalu banyak. Jangan membawa dugaan kita ke dalam jumlah tulang rusuk laki-laki dan perempuan sama sekali tidak bertabrakan dengan penafsiran hurufiah terhadap kisah penciptaan manusia. Ada dua hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, apa yang terjadi pada Adam tidak harus berlaku pada keturunannya laki-laki. Allah memang mengambil salah satu tulang rusuk Adam. Alkitab sangat jelas dalam hal ini. Apakah hal ini berarti bahwa semua laki-laki akan mewarisi jumlah rusuk yang sama dengan Adam? Tidak harus demikian! Allah tidak mengubah struktur DNA Adam, sehingga tidak ada yang diturunkan ke anak-anaknya. Allah hanya mengambil salah satu bagian tubuh Adam. Sebagai contoh, pada saat seseorang mengalami kecelakaan parah dan salah satu kakinya harus diamputasi, apakah keturunan orang itu akan memiliki satu atau dua kaki? Ketika seorang petinju mengalami keretakan yang parah pada salah satu tulang rusuknya, apakah hal itu akan diwariskan pada anak-anaknya? Tentu saja tidak, bukan?Kedua, perkembangan medis terkini menunjukkan bahwa tulang bisa memperbaiki dirinya sendiri. Dalam kasus tulang rusuk, beberapa ahli anatomi tubuh bahkan berpendapat bahwa tulang rusuk tertentu dapat meregenerasi dirinya sendiri. Nah, kita tidak tahu dengan pasti tulang rusuk mana yang diambil. Kita bahkan tidak tahu seberapa banyak dari tulang itu yang digunakan. Jika dikaitkan dengan momen penciptaan manusia yang masih belum tercemar oleh dosa, pemulihan semacam itu jelas bukan hal yang mustahil. Sekalipun Allah mengambil salah satu tulang rusuknya, tulang itu mungkin bisa pulih kembali dengan cepat. Di samping itu, jikalau Allah mampu menciptakan Adam dari tanah liat, mengapa Dia tidak mampu mengembalikan kembali tulang rusuknya? Dua opsi di atas sama-sama masuk akal. Mana yang lebih bisa dipercaya? Sukar untuk dikatakan. Petunjuk Alkitab sangat terbatas. Yang jelas, perempuan Hawa memang diciptakan dari salah satu tulang rusuk laki-laki Adam. Lihat Humaniora Selengkapnya
makna tulang rusuk dalam kristen