Demokrasi Kebun Binatang. Diunggah oleh penykalista. 0 penilaian 0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara) 46 tayangan. 2 halaman. Informasi Dokumen
Kampret tetaplah kampret. Manusia tetaplah manusia, walau kelakuan terkadang seperti binatang, bahkan lebih buruk,” pikir Kulub. Jika Kuntowijoyo menyebut demokrasi dengan nama-nama binatang, itu lebih kepada gambaran tentang bagaimana demokrasi dilaksanakan. Dan di akhir tulisannya pun ditegaskan tentang demokrasi pancasila yang mesti terus
Puisi adalah karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan, terikat oleh aturan bunyi, irama, dan makna khusus. Salah satu unsur puisi adalah digunakannya kata berlambang. Lambang atau simbol adalah sesuatu seperti tanda, gambar, atau pun kata yang menyatakan maksud tertentu. Lambang-lambang tersebut sering digunakan dalam menulis puisi.
76. Salah satu hal yang sangat terasa dari puisi-puisi mereka adalah lemahnya imajinasi. Hampir-hampir tak ada imajinasi di situ. Mereka hanya menuangkan perasaan tanpa mengolahnya dengan ketajaman dan kejernihan imajinasi. Padahal, aspek imajinasi inilah justruyang penting dalam puisi, khususnya dalam sosial, di samping tentu daya ucap yang segar.
Diponegoro. Di masa pembangunan ini. Tuan hidup kembali. Dan bara kagum menjadi api. Di depan sekali tuan menanti. Tak genta. Lawan banyaknya seratus kali. Pedang di kanan, keris di kiri. Berselempang semangat yang tak bisa mati.
Tmam6Qj.
makna puisi demokrasi kebun binatang